Presiden RI Bertemu PM Norwegia Sepakat Kerja Sama Turunkan Emisi GRK (lagi..)

Presiden Joko Widodo bertemu dengan PM Norwegia Erna Solberg di sela kegiatan Leaders’ Event COP 21, Paris, Prancis, Senin (30/11). Jokowi dan Solberg sepakat bekerjasama di bidang lingkungan. Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana mengatakan, Presiden Jokowi dan PM Solberg sepakat meningkatkan kerja sama dalam konteks REDD+.

“Indonesia berkomitmen menurunkan emisi sebesar 29% di bawah business as usual pada tahun 2030 dan 41% dengan bantuan internasional,” ujar Presiden Jokowi seperti yang disampaikan Ari Dwipayana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/12/2015).

Isu Kehutanan dan Energi Terbarukan dalam COP 21 Paris

Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam kegiatan COP 21 di Paris akhir tahun ini diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan. Menlu Retno menjelaskan bahwa selain mengikuti kegiatan COP 21, Presiden Jokowi juga mengikuti dua kegiatan pendukung. Dua agenda tersebut secara khusus membahas soal menjaga hutan dan pemanfaatan energi terbarukan.

“Dari dua event tersebut, pesan yang disampaikan oleh Indonesia, kenapa Indonesia berpartisipasi aktif dalam dua event tersebut adalah menunjukan komitmen Indonesia baik mengelola hutan secara sustainable maupun policy-policy kita yang terkait dengan masalah renewable energy,” paparnya.

Isi Pidato Presiden RI di COP 21 Paris

Presiden RI Joko Widodo berkesempatan menyampaikan pandangan mengenai perubahan iklim global di ajang Conference of Parties (COP) ke-21. Di hadapan 149 pemimpin dunia lainnya Senin 30/11/2015, Presiden RI menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu pemilik lahan hutan terbesar. Di sisi lain, Indonesia juga memiliki banyak risiko yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup. Jokowi juga menantang negara-negara maju untuk melakukan transfer teknologi ke negara berkembang.

Berikut Isi Pidato Lengkapnya;

Gubernur Kaltim bersama 5 Gubernur Indonesia Sepakati Deklarasi Rio Branco

Enam Gubernur dari 6 Propinsi di Indonesia yang merupakan anggota dari Governors’ Climate and Forests Task Force (CGF) atau Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan bertemu dan menyepakati tiga rencana aksi untuk menangani isu perubahan iklim. Pertemuan yang dilaksanakan tanggal 29 Juli 2015 di Jakarta ini digelar untuk menyepakati strategi untuk melaksanakan komitmen rinci dalam Deklarasi Rio Branco, yang ditandatangani selama Pertemuan Tahunan 2014 GCF di Rio Branco, Acre, Brasil.

Enam Gubernur penandatangan berasal dari provinsi yang paling berhutan di Indonesia yaitu; Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, Papua, dan Papua Barat yang bila digabung luas hutannya mencakup 58 persen dari hutan di Indonesia. 

TNC Lakanakan Silaturahmi dan Konsultasi Rencana Kerja

Bertempat dirumah makan Derica Jalan H. Isa III Tanjung Redeb Puluhan peserta kegiatan Konsultasi Penyusunan Rencana Kerja The Nature Conservancy hadir memadati acara tersebut.

Kegiatan yang dibawakan oleh Gunawan dari TNC selaku pembawa acara ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang diantaranya dari SKPD Pemda Berau, Perwakilan Perusahan yang beroperasi di berau, kawan-kawan dari NGO lokal, Dosen, Mahasiswa UGM, dan penggiat lingkungan lainnya.

Kegiatan yang dimulai dengan pemaparan dari Niel Makinudin ini menyedot perhatian dari seluruh peserta yang hadir. Dalam pemaparannya Niel yang juga Senior Manager TNC wilayah Kalimantan Timur ini memulai pemaparannya dengan memperkenalkan Gambaran umum mengenai TNC dan perkembangan kegiatan di tahun 2015.

Bapak Samsul Abidin menerima bingkisan dari The Nature Conservancy pada acara Silaturahmi dan Konsultasi Kerja TNC Tahun 2015-2016

Bapak Samsul Abidin menerima bingkisan dari The Nature Conservancy pada acara Silaturahmi dan Konsultasi Kerja TNC Tahun 2015-2016

Secara umum Niel memaparkan ada 5 Program utama dari

Powered by WordPress | Brand New Cheap Sprint Phones for Sale. | Thanks to Palm Pre Blog, MMORPG Wallpapers and Homes For Sale