Temu Rembuk Menuju Berau Hijau 2013

Mas Achmad Santosa dan Niel Makinuddin (Foto: Pokja REDD Berau/fajri)

Forum Berau Banuanta (FBB) menggelar temu rembuk “Menuju Berau Hijau Tahun 2013” yang dilaksanakan hari ini 23 Januari 2013 di Ballroom Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb. Kegiatan temu rembuk sehari ini menghadirkan pembicara nasional Mas Achmad Santosa yang saat ini menjabat Deputi VI Pemantauan Program dan Institusi Penegakan Hukum Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan yang dilakukan seperti pameran foto lingkungan, pegelaran seni budaya dan diskusi pelajar tentang perubahan iklim dalam Bahasa Inggris. Temu rembuk yang dirancang semi formal ini dipandu oleh Niel Makinuddin yang juga merupakan pemerhati lingkungan di Kalimantan Timur.  

Pembicara lain yang hadir dan memberikan pemaparan dalam temu rembuk ini masing-masing ada Ir. Elita Herlina (Ketua DPRD Kabupaten Berau), Ir. Suparno Kasim (Ketua Pokja REDD Berau – Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Berau mewakili Bupati Berau), Berin Silalahi (Dinas Kebudayaan Pariwisata), Wahjudi Wardojo (Penasehat Senior Kebijakan Kehutanan The Nature Conservancy), serta Juhriansyah (Direktur Yayasan Berau Lestari). Dalam pemaparannya Mas Ota (Mas Achmad Santosa demikian biasa dipanggil) menyampaikan, “…Bahwa Komitmen Berau hijau harus termanifestasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan harus tercermin jg dalam RTRW. Oleh sebab itu saya berulang kali menekankan pentingnya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). KLHS ini adalah kewajiban pemerintah pusat dan daerah, untuk menyusunnya. karena dengan KLHS dapat diidentifikasi mana daerah yg secara ekosistem rentan, mana yang tidak terlalu rentan, sehingga nanti di dalam rencana pembangunan atau dalam RTRW-nya bisa diatur sedemikian rupa. Ini instrumen2 yg bisa digunakan untuk menwujudkan berau hijau ke depannya. ”.

Pembicara dan Narasumber, (ki-ka) Wahjudi Wardojo, Mas Achmad Santosa, Suparno Kasim, Niel Makinuddin, dan Berin Silalahi. (Foto: Pokja REDD Berau/fajri)

Temu rembuk Forum Berau Banuanta ini dengan menghadirkan sosok nara sumber dari daerah dan nasional diharapkan dapat memperkuat sinergi komitmen berbagai pihak terutama membangun peran kontribusi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau. “Jika semua bersinergi, semua akan menjadi mudah, setiap lembaga akan berperan aktif, produktif dan kreatif sehingga mimpi Berau Hijau Tahun 2013 dapat terwujud“, tutur Samuel Hatsong Ketua Forum ini. Di akhir acara temu rembuk ini semua peserta yang hadir kemudian secara simbolis membuat ‘janji’ bersama menciptakan Berau yang hijau.

Forum Berau Banuanta yang terbentuk April 2012 lalu, dengan keanggotaan 22 OMS merupakan modal sosial yang kuat untuk mendorong perubahan sosial untuk mencapai kondisi kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan ramah lingkungan dalam pembangunan Berau. Forum ini merupakan wadah diskusi, pertukaran informasi dan sinergi OMS di Kabupaten Berau, juga dari aspek keanggotaan sangat terbuka untuk semua entitas yang memiliki visi membuat Berau semakin SANGGAM. Dengan keanggotaan dari berbagai latar belakang keahlian, fokus area, pendekatan, dan intervensi program, diharapkan turut aktif secara mandiri  mendorong terobosan-terobosan yang dapat menggugah kesadaran kebangkitan kebudayaan masyarakat dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Suasana pertemuan Temu Rembuk Menuju Berau Hijau 2013. (Foto: Pokja REDD/fajri)

Isu perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon dari aktivitas degradasi dan deforestasi hutan saat ini menjadi salah satu fokus perhatian FBB. Keterlibatan FBB dalam Program Karbon Hutan Berau (PKHB) merupakan langkah konkrit forum dalam mendukung persiapan dan implementasi Berau sebagai salah satu Demonstration Acitivities REDD+ skala kabupaten yang telah di-launching Kementerian Kehutanan pada tahun 2008. Adapun DA REDD+ ini sendiri bagi Berau memiliki manfaat tambahan yang signifikan, termasuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan tata kelola pemerintahan (good governance), dan melindungi keanekaragaman hayati serta menyediakan jasa lingkungan lainnya di Kabupaten Berau. DA REDD+ Kabupaten Berau mencoba mendemonstrasikan efektifitas penurunan emisi karbon, efisiensi biaya, dan kesetaraan serta mempunyai manfaat tambahan (co-benefits). Semoga FBB dalam kiprahnya ke depan akan semakin berkarya nyata bagi Berau yang SANGGAM. (*mf)

Sampaikan Tanggapan Anda Di Sini

Powered by WordPress | Brand New Cheap Sprint Phones for Sale. | Thanks to Palm Pre Blog, MMORPG Wallpapers and Homes For Sale