LINGKAR BELAJAR MASYARAKAT II DAN SIGAP-REDD+

Lingkar Belajar Masyarakat SIGAP REDD+ yang kedua diselenggarakan di Tanjung Batu pada 20 s/d 22 Desember 2014. Di penghujung Tahun 2014, kegiatan ini dihadiri oleh 23 orang yang merupakan perwakilan dari 9 kampung yang diundang.

Acara ini dimulai dengan sambutan dari Ketua Jaringan Nelayan Tanjung Batu Bapak Welianson. Dilanjutkan sambutan oleh Camat Camat Pulau Derawan sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya Bapak Husdiono selaku Plt Camat Pulau Derawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta dan seluruh pihak yang telah membantu dalam kegiatan Lingkar Belajar Masyarakat II ini.

Dirinya menambahkan “saya atas nama pribadi mendukung sepenuhnya apayang dilakukan khususnya semua mitra pemerintah untuk mendukung pembangunan di kabupaten berau, dalam waktu 3 hari kita manfaatkan betul betul apa yang disampaikan oleh instruktur yang sudah di datangkan” ungkapnya.

Dalam kegiatan tiga hari ini bertindak sebagai Fasilitator acara adalah Tim dari Inspirit Jakarta. Acara dihari pertama dimulai dengan perkenalan dari tim fasilitator dan seluruh peserta yang hadir. Peserta akan belajar aktif selama 3 hari ini dengan menu dihari pertama peserta akan berbagi cerita menarik mengenai keadaan kampung mereka.

Peserta Lingkar Belajar II berfoto Bersama

Peserta Lingkar Belajar II berfoto Bersama

Sebagai pemanasan fasilitator menggali dan menanyakan apa harapan untuk masyarakat di tempat tinggal mereka, kemudian dilanjutkan dengan setiap peseta diminta berpasangan dengan peserta dari kampung lain dan menceritakan harapan terhadap kampungnya tersebut.
Pertanyaan berikutnya yaitu tantangan apa yang dihadapi untuk mewujudkan impian itu. Setelah itu peserta harus menceritakan apa keadaan baru yang harus ada di desa itu atau dikelompok itu jika impian yang mereka inginkan benar-benar terwujud.

Selain bercerita mengenai keadaan dan impian akan kampung mereka peserta juga diminta berbagi untuk menceritakan pengalaman yang mereka dapat di tahun 2014. Sebelum itu peserta diminta untuk membuat alat bantu bercerita berupa peta, foto, dan gambar tentang kampung dan kelompok masing-masing.

Di hari kedua peserta diminta untuk merenung dan mengambil pelajaran berharga dari apa yang sudah dilewati dihari pertama dan merancang agenda belajar lanjutan. Sebelumnya Tim Fasilitator dalam hal ini Budshi mengajak peserta untuk bersama-sama menyanyikan lagu “Tanah Airku”.

Kegiatan selanjutnya adalah peserta ditugaskan untuk membuat lagu mengenai pelajaran berharga yang dapat dipertik di hari pertama kemarin. Metode belajar menggunakan media lagu merupakkan hal yang baru yang didapat oleh peserta. Media lagu diyakini akan memudahkan peserta dalam mengingat proses pembelajaran yang dilalui.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok diskusi untuk menjawab pertanyaan yang akan didiskusikan. Ada 4 topik yang menjadi pokok bahasan, diantaranya Ekonomi Rakyat Berkelanjutan, Peningkatan Kapasitas, Pengawasan Lingkungan, dan Penegakan Hukum.
Di hari ketiga pagi, setiap kelompok masyarakat kampung akan menyampaikan presentasi mengenai gambaran dan impian kampung dihadapan peserta lain dan tamu undangan yang hadir. Tamu undangan di hari ketiga diantaranya adalah dari TNC, unsur Muspika Kecamatan Tanjung Batu, dan Legislatif dalam hal ini di hadiri oleh Bapak Abdul Waris yang juga menjabat sebagai anggota dewan Komisi II Kabupaten Berau.

Abdul Waris dalam penyampaiannya disela-sela kegiatan mengungkapkan “saya sangat apresiatif dengan kegiaatan partisipatif seperti ini, banyak kebijakan penganggaran yang masih belum seimbang dan kurang mendukung rakyat. Memang ada ketimpangan ekonomi dan ekologi, beberapa waktu kemarin DPR merancang peraturan daerah mengenai mangrov, dan Perda tentang pemberdayaan Nelayan, perda pelindungan petani dan peternakan, Jaman Kayu jaman Tambang dan Jaman Apalgi kedepan, jika konsen Wisata maka anggaran harus lebih besar disana, mungkin itu yang saya sampaikan saya terbuka dalam rangka pengambil kebijakan ini benar2 bersumber dari masyarakat.”Jelasnya.

Kagiatan diakhiri dengan penutupan dan sebagai persembahan terakhir dari Tuan Rumah acara peserta diajak untuk meninjau kegiatan JALA, kegiatan Monitoring kawasan Pulau Derawan dan Sekitarnya. (Ch)
*dikutip dari berbagai sumber

 

Sampaikan Tanggapan Anda Di Sini

Powered by WordPress | Brand New Cheap Sprint Phones for Sale. | Thanks to Palm Pre Blog, MMORPG Wallpapers and Homes For Sale