Gubernur Kaltim bersama 5 Gubernur Indonesia Sepakati Deklarasi Rio Branco

Enam Gubernur dari 6 Propinsi di Indonesia yang merupakan anggota dari Governors’ Climate and Forests Task Force (CGF) atau Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan bertemu dan menyepakati tiga rencana aksi untuk menangani isu perubahan iklim. Pertemuan yang dilaksanakan tanggal 29 Juli 2015 di Jakarta ini digelar untuk menyepakati strategi untuk melaksanakan komitmen rinci dalam Deklarasi Rio Branco, yang ditandatangani selama Pertemuan Tahunan 2014 GCF di Rio Branco, Acre, Brasil.

Enam Gubernur penandatangan berasal dari provinsi yang paling berhutan di Indonesia yaitu; Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, Papua, dan Papua Barat yang bila digabung luas hutannya mencakup 58 persen dari hutan di Indonesia.  Bersama dengan 29 negara bagian dan provinsi dari Brazil, Meksiko, Nigeria, Pantai Gading, Peru, Spanyol, dan Amerika Serikat, enam gubernur di Indonesia telah menandatangani Deklarasi Rio Branco di Brazil Agustus lalu. Dengan menandatangani Deklarasi Rio Branco, para anggota GCF sepakat untuk mengurangi deforestasi sebesar 80 persen pada tahun 2020. Enam provinsi di Indonesia sepakat untuk mengurangi laju deforestasi dari rata-rata 323.749 hektar per tahun menjadi rata-rata 64.749 hektar per tahun pada tahun 2020. Komitmen ini yang juga bergantung pada penerimaan pendanaan berbasis kinerja berkelanjutan dari donor internasional atau pasar.

Rapat tahunan GCF 2015 diselenggarakan di Barcelona, Spanyol, pada bulan Juni sebelumnya yang membahas langkah selanjutnya untuk melaksanakan komitmen yang dibuat dalam Deklarasi Rio Branco. Langkah-langkah ini termasuk meningkatkan peran sektor swasta dalam mendukung upaya provinsi untuk mengurangi deforestasi.

Selain itu, para gubernur juga membahas cara terbaik untuk memastikan bahwa masyarakat adat, petani skala kecil dan masyarakat hutan akan mendapatkan keuntungan dari inisiatif untuk mengurangi deforestasi dan mempromosikan produksi komoditas yang berkelanjutan.

Deklarasi Rio Branco ini menyatakan komitmen untuk melanjutkan penurunan deforestasi hingga 80% pada 2020, mengembangan inisiatif kemitraan dengan sektor swasta guna memanfaatkan peluang melalui program pengendalian perubahan iklim, serta menjamin sebagian besar dari pendanaan berbasis performa didedikasikan untuk masyarakat yang bergantung pada hutan, petani miskin, dan masyarakat adat.

Para gubernur juga bertemu dengan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memastikan bahwa komitmen dan rencana kerja dari enam pemerintah provinsi selaras dengan komitmen dan rencana pemerintah nasional. Selain itu, anggota Indonesia dari GCF menyarankan cara-cara di mana mereka dapat mendukung komitmen mereka untuk mengurangi deforestasi dengan perwakilan dari negara-negara donor dan mitra pembangunan.

Press rilis lengkap dari kesepakatan 6 Gubernur ini dapat anda unduh melalui link ini.

Sampaikan Tanggapan Anda Di Sini

Powered by WordPress | Brand New Cheap Sprint Phones for Sale. | Thanks to Palm Pre Blog, MMORPG Wallpapers and Homes For Sale