Strategi

PKHB berupaya mencapai tujuannya melalui penerapan strategi pembangunan rendah karbon terpadu yang meliputi penguatan kondisi pemungkin bagi keberhasilan program (perencanaan yang lebih baik, tata kelola, keterlibatan pemangku kepentingan dan keuangan), serta investasi berbasis lokasi di areal-areal penting (dimulai dengan pengembangan masyarakat, pengelolaan kayu di HPH, kebun sawit dan hutan lindung, serta selanjutnya di hutan tanaman industri dan pertambangan).  PKHB akan mengembangkan strateginya melalui pemberian bantuan teknis secara penuh dan mendukung lembaga-lembaga pemerintahan, pemegang hak pengelolaan hutan dan masyarakat, yang merupakan aktor utama dalam menentukan timbulnya dampak bagi tata guna lahan di Berau.

Penguatan Kondisi-kondisi Pemungkin (Enabling Condition)

PKHB akan membantu penguatan kondisi pemungkin yang mencakup:

  • Perencanaan: PKHB akan mendukung keterpaduan dan peningkatan proses perencanaan yang ada di Berau saat ini, yang akan menghasilkan strategi pembangunan ekonomi, rencana tata ruang, pendekatan perizinan dan praktik tata guna lahan pribadi/swasta yang konsisten, mewakili kepentingan para pemangku kepentingan dan mempromosikan pembangunan rendah karbon. Hasil dari pendekatan ini, antara lain kegiatan pembangunan dengan emisi karbon yang lebih rendah dan semakin bertambahnya luasan pemanfaatan lahan terdegradasi untuk kebun sawit dan hutan tanaman.
  • Tata kelola: PKHB akan membantu meningkatkan kapasitas lembaga masyarakat yang ada di Berau, mendorong dan penguatan kerangka kerja peraturan dan hukum untuk mendukung strategi pembangunan rendah karbon, serta meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan praktik tata kelola yang baik.  Sebagai bagian dari strategi ini, PKHB akan mendukung dan membantu terbentuknya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di setidaknya satu kecamatan.  Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan pengelolaan lanskap hutan dan tata kelola hutan di Berau.
  • Keterlibatan Pemangku Kepentingan: PKHB akan bekerjasama dengan pemangku kepentingan di Berau untuk membangun kesepamahaman dan dukungan bagi pembangunan rendah karbon, termasuk dengan lembaga-lembaga pemerintahan, sektor swasta dan masyarakat, dan kemudian melibatkan kelompok ini dalam perancangan dan penerapan program. PKHB akan mengikuti Standard yang dikembangkan oleh Aliansi – CCBA (Iklim, Masyarakat, dan Keanekaragaman Hayati) bagi keterlibatan pemangku kepentingan.
  • Keuangan dan pembagian keuntungan: PKHB akan menarik perhatian bagi pendanaan di muka dimana sebagian besar dana untuk penerapan tahap percontohan selama lima tahun akan diperoleh dari lembaga-lembaga donor, kemudian PKHB juga dapat memperoleh akses pembayaran melalui mekanisme pasar karbon atau pembayaran berbasis kinerja untuk mendapatkan pendanaan yang berkelanjutan, dan terakhir PKHB akan menginvestasikan dan mendistribusikan dana yang mengalir melalui PKHB kepada para pemangku kepentingan di Berau secara adil.

Investasi Berbasis Lokasi

Disamping membantu penguatan kondisi pemungkin, PKHB akan melakukan investasi di lokasi khusus untuk menunjukkan hasil berbasis lokasi dan terukur dengan menitik beratkan pada dua wilayah – Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelay dan Segah:

  • Masyarakat: PKHB akan melibatkan masyarakat dalam merancang dan menerapkan program, dan masyarakat dijamin akan memperoleh kebebasan memperoleh informasi lengkap lebih awal dan terbuka.  Masyarakat akan menerima manfaat dari tersedianya investasi pada tata kelola tingkat desa yang dilakukan secara sistematik, meningkatnya peluang sumber mata pencaharian dari kegiatan pemantauan hutan, pengelolaan hutan secara lestari, pertanian dan agro forestry yang dilakukan secara lestari, dan mendapatkan pembagian keuntungan dari REDD dimasa mendatang. Hasil-hasil tersebut, misalnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan, pendidikan, infrastruktur umum, dan jasa/layanan lainnya.  Direncanakan  upaya ini akan dititikberatkan di sekitar 20 desa di DAS Kelay dan Segah, dan diharapkan bisa memberikan dampak langsung bagi berkurangnya deforestasi dan degradasi di wilayah-wilayah ini akibat adanya hubungan kuat antara hutan dan masyarakat.
  • Hutan Produksi: PKHB akan melakukan kerjasama dengan 13 pemegang konsesi hutan (IUPHHK) di Berau. PKHB, dengan dukungan TNC yang sudah berpengalaman selama sepuluh tahun bekerja sama dengan pemegang konsesi hutan, akan membantu perusahaan yang terlibat dalam proses transisi menuju praktik pengelolaan kayu rendah karbon, baik dari aspek hukum maupun aspek berkelanjutannya.  Pengusahaan hutan alam yang mencakup sedikitnya 650.000 hektar, atau sekitar sepertiga tutupan hutan di Berau, akan menjadi target untuk memenuhi persyaratan sertifikasi pemerintah yang baru atau disebut dengan Sistim Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK,) dan sedikitnya ada tiga perusahaan kayu yang diharapkan dapat memperoleh sertifikat Forest Stewardship Council (FSC) yang dilakukan atas inisiatif sendiri.  PKHB akan membantu pembuatan pilot (percobaan) sistem KPH, yang bersama-sama dengan kegiatan lainnya akan memperjelas dan mengutamakan peran dan tanggungjawab pemerintah dan sektor swasta dalam penerapan peraturan sektor kehutanan.  Disamping itu, apabila peluang dan sumber daya memungkinkan, areal hutan tertentu akan dibeli dari HPH yang menjualnya. Selanjutnya akan dikelola secara lestari dan tidak dimanfaatkan untuk produksi kayu namun diubah menjadi konsesi untuk fungsi restorasi ekosistem.
  • Hutan Lindung dan Konservasi: PKHB akan membantu membangun rencana konservasi hutan terpadu disemua hutan lindung dan pada lahan untuk peruntukan lain dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan melakukan konservasi pada areal konservasi prioritas yang didasarkan atas manfaat hutan sebagai gudang karbon, kandungan kekayaan keanekaragaman hayati, jasa lingkungan dan nilai sosialnya.  Bilamana diperlukan, peraturan perundang-undangan maupun kebijakan di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional akan diusulkan untuk dimodifikasi agar rencana tersebut dapat diimplementasikan.  Berbagai pendekatan pengelolaan hutan lindung dengan luas 100.000 hektar juga akan diuji, termasuk kemitraan dengan masyarakat, perusahaan dan pemerintah.
  • Kebun sawit: PKHB akan membantu memetakan lokasi-lokasi yang sesuai untuk pembangunan kebun sawit, memadukan informasinya kedalam keputusan rencana tata guna lahan, dan membuat kesepakatan dengan pemberian insentif bagi relokasi kebun sawit dari lahan yang berhutan ke areal yang telah terdegradasi di sekurang-kurangnya 20.000 hektar kebun sawit yang izinnya telah diterbitkan.  Program ini akan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi produksi kebun sawit, mengurangi dampak terhadap keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan, dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat.  PKHB juga akan mendorong pemerintah sebagai kunci utama, sektor swasta dan pemangku kepentingan masyarakat untuk membangun kesadaran dan mendukung pembangunan kebun sawit yang lestari di Berau dan Kalimantan Timur.

Selain dari strategi di atas yang memperoleh anggaran dana di tahap lima tahun pertama, PKHB akan menciptakan sebuah landasan bagi investasi kedepan dengan memperdalam strategi sebagaimana telah disebut di atas dan untuk menerapkan strategi tambahan di sektor utama lainnya, seperti hutan tanaman, tambang batu bara dan mangrove.

Rencana Strategis PKHB ini dapat Anda unduh di halaman Download ini.

Powered by WordPress | Brand New Cheap Sprint Phones for Sale. | Thanks to Palm Pre Blog, MMORPG Wallpapers and Homes For Sale